Top Social

superarmz - Cerita Kota dan Perjalanan

bercerita tentang kota dan catatan perjalanan

Featured Posts Slider

Image Slider

Tuesday, January 25, 2011

Sejauh Apa Batas Kesabaranmu...??


Kemaren baru beli buku baru yang bener - bener dahsyat, karena emang masih baru dan fresh sekalian aja ane resensi ahhh.....






Nama Buku : Ranah 3 Warna
Pengarang : Ahmad Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : xiii + 473
Harga : Rp. 65.000











Masih mengangkat cerita berdasarkan pengalaman penulis, Ranah 3 Warna merupakan sekuel kedua dari Trilogi Negeri 5 Menara, yang ditulis oleh seorang penulis berbakat, Ahmad Fuadi. Dengan tokoh utama seorang anak dari sebuah desa di tepi Danau Maninjau yang mempunyai mimpi dan keinginan besar, dan berusaha mati-matian mengejar impian – impian tersebut.

Mengisahkan tentang Alif, yang rupanya baru saja tamat dari Pondok Madani, dan telah kembali ke kampung halamannya, di sebuah desa kecil di pinggir Danau Maninjau. Alif remaja masih berusaha mengejar cita – citanya, masuk kuliah dengan mendalami salah satu bidang pelajaran umum, kemudian bisa sampai ke Amerika.

Obrolan kecil di tepi Danau Maninjau dengan sahabat karibnya, Randai yang telah lebih dahulu masuk ke ITB, kembali membuat Alif terusik akan keinginannya untuk segera kuliah. Randai yang bertanya soal rencana Alif untuk kuliah, bernada merendahkan dengan anggapan bahwa Alif tidak akan lulus dalam ujian penyetaraan yang tinggal beberapa waktu lagi ditambah dengan tes UMPTN untuk bisa masuk ke perguruan tinggi, seperti yang Alif impikan. Pondok Madani tempat Alif selama 4 tahun belakangan ini menempuh pendidikan agama, memang tidak mengeluarkan ijazah, sehingga apabila ada alumninya yang ingin melanjutkan ke universitas, harus menempuh ujian penyetaraan terlebih dahulu, untuk mendapatkan ijazah SMA.

Hal inilah yang rupanya membuat Alif tersinggung, Randai meragukan kemampuan Alif, untuk menjawab semua soal – soal yang disajikan dalam bentuk soal – soal yang biasanya diajarkan di sekolah umum, sementara Alif hanya tamatan dari sebuah Pondok Pesantren di pedalaman Jawa Timur.

Namun pada akhirnya dengan tekad sekuat baja serta berpegang pada semangat “Man Jadda Wa Jadda” , Alif berhasil menepis semua keraguan orang – orang atas dirinya. Ia berhasil lulus Ujian Penyetaraan dan diterima di Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Padjajaran, yang menurut dia paling masuk akal untuk mendukung cita – citanya untuk bisa ke Amerika.

Cobaan mulai menghampirinya ketika ia memulai kuliahnya di Bandung. Dengan uang bulanan yang pas – pasan, Alif berusaha tegar bertahan demi orang tuanya serta kuliahnya sendiri. Ditambah kenyataan pahit pada akhirnya, Ayah yang selama ini menjadi penopang hidup keluarganya, harus berpulang terlebih dahulu. Kesabaran dan ketabahan hati Alif diuji. Sekembalinya ke Bandung setelah Ayahnya meninggal, kehidupan Alif terasa semakin sulit akibat sulitnya Amak mencukupi kebutuhannya, ditambah dua orang adiknya yang juga masih bersekolah. Ia bahkan harus berjualan dan mengajar les privat untuk mencukupi uang makan, kos dan kuliahnya.

Sekuat apapun ia berusaha bangkit, cobaan semakin datang silih berganti, seakan menguji sejauh mana Alif muda mampu bertahan, sejauh apa kesabaran Alif, sampai suatu waktu ia merasa hampir menyerah di dalam keterpurukan hidup. Di tengah - tengah hidupnya yang dirundung nestapa itulah ia teringat pepatah Arab lainnya yang juga pernah ia terima sewaktu di Pondok dulu. “Man Shabara Zhafira”. Siapa yang bersabar akan beruntung. Ia berusaha mencoba sabar akan setiap cobaan yang dihadapinya, perlahan ia bangkit, berbekal kemampuan tulis menulis sewaktu di PM, Alif mencoba mecari uang dengan menulis artikel ke koran – koran dan media massa.

Setelah melalui hidup yang sulit pada akhirnya lewat sebuah seleksi Pertukaran Pelajar ke Kanada yang rutin diadakan setiap tahun oleh sebuah institusi, Alif berhasil menggapai mimpinya yang lain, menjejakkan kakinya ke tanah Amerika.

Seakan cobaan dirasa belum usai, kesabaran Alif masih harus diuji kali ini dalam urusan asmara, dalam wujud seorang gadis satu fakultasnya yang bernama Raisa. Gadis ‘berkilau’ inilah yang telah berhasil mencuri hati Alif, namun pada akhirnya Alif harus kembali menelan ‘pil pahit’ , karena Raisa telah bertunangan dengan Randai, sahabat karibnya yang lulus setahun lebih dahulu telah bekerja dan melamarnya.

Ranah 3 Warna merupakan drama tentang bagaimana sebuah kebulatan tekad dan usaha yang kuat dari seorang anak manusia yang berusaha menggapai impian dan cita – citanya. Semua derita dan nestapa yang menghadang sekalipun akan berlalu jika kita tetap bertahan dan tidak mudah menyerah. Namun terkadang sekeras – kerasnya usaha, jika tidak dibarengi tawakal dan kesabaran akan menjadi tidak berarti. Buku ini mengajarkan apa makna sabar sebenarnya, sungguh ‘siapa yang bersabar akan beruntung’. Inilah buku yang dibutuhkan sebagai rujukan pribadi dan sebuah motivasi bagaimana seharusnya menjalani hidup ini.
Thursday, December 2, 2010

Info Super panas

Hello blogger ku sayang, dan semua yang tiba-tiba ngebaca postingan ini, ataupun yang sedang tersesat di blog ini, ada kabar gembira dari ane, tapi sabar dulu yeee, ane mau apdet beberapa hal, Well, Sabtu kemaren ane gak jadi ikut seminar karena ternyata seminarnya bayar Rp. 40.000, behhhhh, mahal bnanget. Ogah!!!.

dan kemaren iseng-iseng ane surfing dan menemukan ini , karena tertarik dan penasaran, akhirnya ne daftar dan ikut gabung disitu. bukan, ane gak niat menghianati blogger, cuma pengen nyobain aja. Well, ane bakalan keep post disini juga, sembari menulis beberapa hal di Blog ane yang atu lagi itu. hohohoho.

Oya, ane baru posting di sini silahkan dibaca yah. di komen juga gak papa.

Trims, Salam Singkong selalu. emuah
Friday, November 26, 2010

Shoul I Ask Your Apologize...??

Selamat hari Jum’at, semuanya....


Di postingan kali ini ane akan menulis sedikit, kenapa baru sekarang bisa kembali ngeblog. Ya, setelah sebelumnya Blog ini sempat mati suri, tidak terurus dan nyaris tak terjamah, adakali ane cuma ngebuka sekali dua kali, buat nuker tema, sama masukin widget twitter. Selebihnya, blog ini hampa malah, tak tersentuh post-an baru. Ane jadi ngerasa bersalah, telah menelantarkan ‘sosok’ yang telah menemani masa-masa sulit dan konyol kala SMA. Masa-masa lugu dan goblok kala remaja (halah), malah saking lamanya ini Blog terabaikan, saat kemari mau login aja, ane jadi lupa ama sandinya,.. parah kan?? Mungkin kalo ni Blog bisa ngomong, pasti dia bakalan ngomong gini, “Siapa yah?? Sok kenal ah!!”. -_-!

Tapi kemarin setelah selesai melaksanakan UTS, tiba-tiba, ane seperti kayak dapat bisikan setan, seperti orang yang telah semedi ratusan tahun sampai-sampai bau badannya gak bisa dibedain lagi sama bau bangkai dan tersadar setelah mendapat pencerahan, ane pun mengalami hal senada. Ane seolah mendapat kembali energi yang telah lama hilang, ane merasakan kembali gairah untuk mulai nge-blog kembali. Ya, gairah yang sudah sejak lama hilang, sejak ane mulai masuk dan memulai pendidikan ane di kampus ini (yang gak tau ane kuliah dimana, silahkan baca 2 postingan sebelum ini), entah kenapa rasanya sukar sekali banget amat sangat untuk mulai mengetikkan kata-kata di tuts-tuts keyboard,merangakaikannya menjadi satu tulisan, apapun itu, kayak sepertinya inspirasi itu jauh sekali, padahal sodara-sodara, begitu banyak pengalaman dan cerita yang ane lalui. Mungkin saat itu ane lagi gak bisa berpikir jernih aja kali ya??, Mungkinlah!!.

Dan sekarang ini, tiba-tiba inspirasi kayaknya datang lagi gitu aja, gak bilang-bilang, dan ini absurd sekal. Semoga akan ada banyak hal yang mungkin ane bagi-bagi lagi di Blog ini, dan ketika ane lagi kehabisan yang namanya inspirasi, ane akan mencoba ikutan bersemedi, biarin badan ane bau orang mati, biarin ane gak gosok gigi, Biarin.......

Baiklah bagian pengakuan diri ini itu kayaknya cukup dah, sekarang ane akan memberitahu, apa-apa saja yang telah terjadi selama ane tidak eksis di dunia per-Blog-an ini, hitung-hitung berbagi dengan pembaca (emang ada yang bakalan baca??). Ane tidak tahu apa tulisan-tulisan ini bakalan dibaca sama orang- orang, ataupun dianggap sampah sama orang-orang, yang ane tau ane bakalan mencoba untuk ngepost di Blog ini (namanya juga blog sendiri. Tapi biarlah begitu, toh kalo gak ada yang ngebaca, anggaplah ini sebagai diary digital ane. Huhuhu (menangis dibawah hujan).

FYI, sekarang ini rambut ane udah gak segondrong dan segalau waktu jaman SMA, sekarang ini uda pendekkan dengan gaya jambul kayak Tintin, hehehehe.

SEBELAS DUABELAS DENGAN POTONGAN RAMBUT INILAH......



Trus bulu-bulu yang kurang terawat (baca : kumis & jenggot) waktu jaman jahiliyah dulu, sekarang sudah dibrantas. Ini karena Kampus ane mendidik seseorang untuk menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya (tentu saja, kita juga kuliah dengan menggunakan seragam yang mirip-mirip PNS, karena nanti juga lulus akan menjadi PNS). Seperti doktrin-doktrin positif yang selalu diberikan oleh Senior-Senior ane, “Penampilan memang bukan yang utama, namun yang pertama dilihat”.

Mendengar hal itu ane merasa termotivasi, ane termasuk orang keren yang visionary, berpikiran jauh ke depan, sehingga asumsi ane dengan membuat kesan rapi dan terawat, potensi wajah ganteng ane yang selama ini redup, akan bisa terangkat kembali, maka dengan penampilan yang lebih menawan dari sebelumya, harapannya peluang mendapatkan cewek yang cakep pasti lebih besar, ane termotivasi dengan bagaimana cewek yang ane dapatkan nanti, maka ane pun mengikuti doktrin cerdas itu. Yah, tentu saja, rapi dan terawat akan meninggalkan kesan sebagai sesuatu yang baik. Walaupun di film-film gitu, mafia-mafia itu sering lebih rapi daripada jagoannya -___- .

Penampilan juga kerap kali membuat kita tertipu, orang yang biasanya rapi dan necis belum tentu perfect seperti yang kita harapkan, tak jarang orang yang berdandan rapi suka bego juga kalo diajak ngobrol dan diajak bertanya, bukan-bukan!! Ane gak bermaksud mengejek diri sendiri, kalo ane mah bawaan lahir juga udah urakan -__-, tapi ane gak bego-bego amat lah, tapi yah sebisa mungkin ane coba perbaiki, minimal seperti pendapat ane tadi, dengan berpenampilan ane coba menepis kesan urakan ane. (yah namanya juga cari makan).

Selain dari penampilan, ane juga mau promosi sedikit lah, ane mau promosiin akun twitter ane juga, (aji mumpung ah), ini akun ane-- @superarmz , tapi maaf yah ane juga belum kuasai betul , ilmu-ilmu,per-link-an dan per-HTML-an ,jadi kalo kursor ente-ente diarahkan ke “@superarmz” belum otomatis nge-link, kesana, ente-ente yang minat follow, kali aja mau menjalin keakraban dan kehangatan, sekaligus pingin lebih dekat dengan ane ,monggo dah di follow, buat yang cewek, ane masih jomblo, dan buat yang cowok, maaf ane gak homo. Huehuehue. Oke yak yang minat, follow dari widget ane aja yah yang di sebelah kanan itu. Hohohoh, kayaknya harus banyak belajar ilmu-ilmu posting lagi ni. Heheheheeh.

Udah ah ane mau ngegame dulu, mumpung ada jam kosong ni, oya besok ada acara Bedah Buku gitu di Perpustakaan Kampus ane, kayaknya ane minat, semoga aja kesampaian, ntar ane posting disini juga. BTW, segitu dulu,,, ane capcus.....

Nice weekend yah, orang-orang.......
Lupakan pelajaran, lupakan pekerjaan....